Ringkasan Berita:
- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengumandangkan perang terhadap lawan-lawannya yang berusaha memperebutkan gelar juara Liga Inggris dari The Citizens.
- Guardiola mengungkapkan bahwa langkah awal untuk meraih gelar Premier League telah dimulai.
- Absennya jadwal istirahat antarnegara hingga Maret 2026 menjadi landasan bagi Guardiola dalam mengeluarkan pernyataan ini.
kabarpati.com
– Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengumandangkan peringatan keras bagi lawan-lawannya yang berambisi melawan The Citizens dalam perebutan gelar juara Premier League musim 2025/2026.
– Manajer klub Manchester City, Pep Guardiola memberikan pernyataan tegas terhadap pesaing-pesaingnya yang bermaksud bertanding dengan timnya demi meraih gelar juara Liga Inggris pada musim mendatang tahun 2025/2026.
– Dalam menyongsong kompetisi Liga Inggris musim 2025/2026, pelatih Manchester City, Pep Guardiola secara langsung melemparkan tantangan besar kepada semua lawan yang berniat bersaing dengannya di ajang tersebut.
– Pep Guardiola selaku pelatih Manchester City telah melakukan pengumuman lantang sebagai bentuk persiapan menghadapi saingan-saingannya dalam upaya merebut gelar juara Liga Inggris musim depan 2025/2026.
Benar, pelatih asal Spanyol tersebut menyatakan bahwa Manchester City telah memasuki fase serius dalam upaya mereka meraih gelarjuara pada musim ini.
Setelah melewati kondisi mendesak yang akhirnya membuat gelar juara Premier League jatuh ke tangan Liverpool pada musim sebelumnya.
Pelatih Guardiola belakangan ini memberikan indikasi bahwa timnya siap memperkuat perjuangan untuk meraih gelar juara pada musim ini.
“Kini kami benar-benar sedang memasuki awal musim,” ujar Guardiola dalam konferensi pers menjelang pertandingan menghadapi Newcastle, menurut laporan.
ESPN
, Jumat (21/11/2025).
Selanjutnya, alasan mengapa Guardiola yakin bahwa timnya telah kembali kompetitif dalam perburuan gelar juara adalah karena tidak ada jadwal istirahat antarnegara selama paling sedikit hingga bulan Maret tahun 2026.
Pelatih Guardiola menyatakan bahwa masa kompetisi dari bulan Agustus hingga November tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan tim mana yang memiliki peluang besar meraih gelar juara pada akhir musim.
Itu disebabkan karena sepanjang masa tersebut, agenda klub sering kali terganggu oleh jadwal pertandingan antarnegara.
Paling tidak terdapat tiga rangkaian pertandingan FIFA Matchday yang diselenggarakan bulan September, Oktober, dan November, yang dinilai cukup menggangu ritme sebuah tim dalam menjaga performa stabil.
Namun, sekarang keadaannya telah sangat berbeda, sehingga hingga Maret 2026 tidak ada lagi agenda internasional yang terjadwal.
Maknanya pertandingan antar klub akan berlangsung secara terus-menerus mulai saat ini hingga Maret 2026 tanpa ada jeda sedikit pun.
Itu adalah situasi yang yakin oleh Guardiola bahwa jalannya kompetisi musim ini benar-benar mulai berjalan.
“Kini kami benar-benar sedang memasuki awal musim,” ujar Guardiola dalam konferensi pers menjelang pertandingan menghadapi Newcastle, menurut laporan tersebut.
ESPN
.
“Terdapat dua periode dalam musim ini, yaitu ketika jendela transfer musim panas ditutup serta setelah masa jeda internasional selesai,” kata Guardiola dengan tegas.
Saat ini, jeda internasional telah berakhir, dan kami akan berkumpul setiap tiga hari hingga bulan Maret.
Maknanya sekarang musim yang benar-benar telah tiba.”
“Atau kini saat musim yang sebenarnya mulai berlangsung.”
“Sekarang adalah awal dari musim yang sungguh-sungguh.”
“Begitu artinya, sekarang musim yang asli sedang dimulai.”
“Ini berarti sekarang masuk ke dalam masa musim yang nyata.
“Krusial bagi kita untuk tetap menjadi yang terdepan dan menyelesaikan musim ini dengan keyakinan bahwa kami bisa meraih kemenangan,” katanya.
Pernyataan psywar yang dibuat oleh Guardiola jelas bukan sekadar ucapan kosong.
Terlebih lagi dia adalah seorang pelatih berpengalaman yang tidak asal bicara.
Selain itu, dia telah beberapa kali membuktikan bahwa timnya berhasil meraih gelar juara Premier League secara mengagumkan, yaitu dengan mengalahkan lawan-lawannya pada saat-saat penting.
Di musim 2022/2023 dan 2023/2024, Guardiola telah memperlihatkan kemampuannya mengantarkan Manchester City meraih gelar juara, dengan mengalahkan Arsenal secara berturut-turut selama dua musim.
Di musim-musim sebelumnya, Guardiola juga sempat meraih gelar juara dalam pertandingan ketat menghadapi Liverpool masa era Jurgen Klopp pada dua musim yang berbeda.
Mengingat hal tersebut, Guardiola tampaknya memberikan petunjuk bahwa Manchester City telah memasuki fase serius dalam persaingan merebut gelar juara pada musim ini.
Sekarang, Manchester City berada pada posisi dua dengan total 22 poin, atau hanya terpaut empat angka dari Arsenal yang menduduki puncak tabel.
Karena masih ada banyak pertandingan yang harus dijalani dalam musim ini, kompetisi untuk merebut gelar juara tetap sangat terbuka.
Dengan tim yang kuat serta semangat juara yang dimiliki Manchester City, Guardiola pasti terdorong untuk memperoleh kembali gelar juara Premier League yang tahun lalu diraih oleh Liverpool.
(kabarpati.com/Dwi Setiawan)
