Kementerian Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia telah membantah klaim di media sosial yang menyebut bahwa negara nordik itu memiliki proyek “rumah kaca terapung” di mana mereka menanam tumbuhan dan menghasilkan energi bersih dengan tenaga surya. Faktanya, gambar rumah kaca yang beredar dibuat menggunakan Google AI dan memiliki sejumlah kejanggalan visual yang menjadi ciri konten buatan akal imitasi (AI).
“Norwegia membangun rumah kaca terapung yang menanam makanan, memurnikan air laut, dan menyaurkan listrik ke rumah-rumah — semuanya dari laut,” tulis teks pada video yang
diunggah
di TikTok pada tanggal 19 Juli 2025.
Postingan menyebut bahwa rumah kaca ini dinamakan “Ocean Bloom”, yakni sebuah inovasi yang menggabungkan teknologi akuaponik, tenaga surya, pemurni air laut dan turbin angin mini — semuanya berada dalam satu ruang.
Gambar pada unggahan menunjukkan struktur kubah kaca bertingkat dua, dengan makhluk laut berenang di lantai dasar dan tiga orang yang tampak sedang merawat tanaman hijau di lantai dua bangunan.
Gambar dan klaim tersebut telah dibagikan oleh pengguna media sosial di berbagai negara, termasuk di
Filipina
,
India
,
Italia
,
Meksiko
, dan
Amerika Serikat
di mana postingannya telah dilihat 2,5 juta kali dan dibagikan lebih dari 19.000 kali.
Namun
Kementerian Iklim dan Lingkungan
Norwegian menyampaikan kepada AFP bahwa klaim tentang Ocean Bloom “adalah salah” (
tautan arsip
).
“Tidak ada proyek semacam itu di Norwegia, dan juga tidak ada perusahaan terdaftar dengan nama sama yang beroperasi di bidang ini,” kata Kari Asheim, petugas bidang urusan media di kementerian tersebut, dalam surat elektronik yang dikirim pada tanggal6 Agustus 2025.
Kejanggalan visual
Asheim juga mengatakan bahwa gambar yang beredar itu “tampaknya dihasilkan oleh AI dan mengandung kejanggalan visual yang menjadi ciri konten buatan AI”.
Gambar yang lebih jelas terlihat dalam
postingan Facebook
dengan klaim yang sama yang diunggah oleh pengguna medsos asal Australia. Analisis pada gambar tersebut menunjukkan bahwa tiga orang di dalam ruah kaca memilik wajah yang terdistorsi. Selain itu, salah satu tangan pria yang berada di tengah juga tampak memanjang.
Pencarian gambar terbalik
menemukan bahwa gambar tersebut pernah
diunggah
pada tanggal 7 Juli di sebuah halaman Facebook bernama Forest Hunts (
tautan arsip
). Akun ini membagikan gambar lain dengan ciri-ciri konten buatan AI.
Organisasi pemeriksa fakta
Snopes
pernah menyanggah klaim ini pada 24 Juli (
tautan arsip
).
Selain itu, pada bagian “Tentang gambar ini” di Google Lens terdapat label “Dibuat dengan Google AI”.
Kemampuan deteksi gambar AI ini didapat dari teknologi
SynthID
milik Google yang diluncurkan pada 2023 lewat laboratoritum
AI DeepMind
milik mereka (tautan arsip di
sini
dan
sini
).
AFP telah menyenggah sejumlah misinformasi yang melibatkan konten buatan AI di
sini
.
