17 Kios Pasar Ds.Alassowo Mangkrak Dan Belum Dapat Difungsikan

Pati, Kabarpati.com – Pembangunan Pasar Rakyat Ds.Alasdowo Kecamatan Dukuhseti Pati yang menghabiskan 725 juta rupiah dan pembangunanya menggunakan anggaran APBN tahun 2016 itu, sampai detik ini mangkrak dan belum bermanfaat untuk berdagang oleh masyarakat setempat. Pembangunan Pasar Rakyat Ds.Alasdowo sebenarnya telah selesai pada akhir tahun 2016 lalu, namun sebanyak 17 kios depan pasar hingga saat ini mangkrak dan belum bisa di tempati untuk berdagang. Seiring belum di gunakanya 17 kios pasar tersebut berbagai dugaan muncul terkait penataan pedagang yang rencanaya akan menempati kios pasar itu, kemudian mulai dari beberapa kios yang diduga telah jatuh dan di miliki oleh orang lain yang berasal dari luar Ds.Alasdowo dengan nilai HGB (Hak Guna Pakai) senilai 17juta rupiah/kios, hingga belum siapnya kelengkapan Aturan Desa yaitu Perdes (peraturan desa) yang mengatur tentang Pasar Pengelolaan Pasar Rakyat Ds.Alasdowo.

Menurut Kepala Desa Alasdowo Muhlisin ketika ditemui wartawan Kabarpati.com (25/04) mengatakan “sejumplah 17 kios Pasar Desa Rakyat Alasdowo yang pembangunanya telah usai pada akhir 2016 lalu, akan tetapi hingga hari ini belum dapat di tempati pedagangnya di karenakan belum adanya Perdes (Peraturan Desa) tentang Pengelolaan Pasar Desa yang mengatur kios Pasar Desa Rakyat Alasdowo”, Menurutnya (Muhlisin) pedagang akan bisa menempati 17 los pasar setelah perdes Alasdowo sudah jadi dan di sahkan oleh lembaga Desa, BPD dan Pemerintah Desa Alasdowo, dan di perkirakan Perdes tersebut akan di susun pada bulan April ini dan di jadwalkan akan selesai pada bulan depan (mei) 2017, lanjut “setelah Perdes slesai maka pedagang yang menyewa akan dapat menempati kios dan segera bisa di fungsikan untuk bedagang”.

Ditanya terkait beberapa Kios Pasar yang telah di miliki oleh warga dari luar desa muhlisin menjawab “mengenai hal tersebut saya tidak tahu, namun bila ada tolong berikan saya buktinya”, jelasnya.

Sebenarnya pedagang ingin secepatnya menggunakan kios pasar untuk berjualan, namun karena Perdes yang mengatur tentang pasar desa belum ada dan pemerintahan desa kurang tanggap akan hal tersebut maka penggunaan 17 kios di pasar Ds.Alasdowo hingga detik ini belum dapat di fungsikan untuk semestinya. (wik)

 

Bukit Pandang Seluas Mata Memandang

Pati, Kabarpati.com – Kabupaten Pati akhir akhir ini semakin menggenjot titik titik potensi wisata lokalnya. Salah satu potensi lokal yang sedahg Hits di Kabupaten Pati adalah Bukit Pandang. Yaa “Bukit Pandang Seluas Mata Memandang..!! tutur Neni Istianti salah satu pengunjung berasal dari Kecamatan Cluwak Pati sabtu (15/04).

Bukit pandang yang terletak di sebelah selatan Pati tepatnya di Ds.Durensawit Kec Kayen Pati berjarak sekitar 33 kilometer dengan waktu tempuh antara 30-40 menit dari pusat Kota Pati memang menawarkan konsep yang berbeda dari destinasi wisata lain di Kabupaten Pati.

Untuk sampai di Bukit Pandang Pengunjung di haruskan menaiki anak tangga sepanjang kurang lebih 60 meter naik ke atas, namun setelah sampai di lokasi wisata Bukit Pandang pengunjung langsung di suguhi dengan Pemandangan seluas mata memandang, Perbukitan terpapar begitu hijau, Tampak pula Pegunungan Kendeng dan eloknya hamparan pemandangan nan luas dan hijau.

Krisno (48) selaku Pengelola Wisata Bukit Pandang mengatakan, “kedepan pihaknya akan terus melengkapi Bukit Pandang dengan sejumlah fasilitas baru seperti flying fox dan outbond, namun saat ini kami sedang fokus untuk mengerjakan beberapa titik fasilitas seperti mushalla dan pembangunan tempat pandang lainya supaya pengunjung bisa betah di lokasi tersebut”.

Biaya masuk Bukit Pandang masih tergolong super murah, pengunjung hanya di kenai tiket masuk sebesar 2000 rupiah per orang, murah bukan, jadi jika anda tertarik dengan luasnya pemandangan dari atas bukit datang saja ke Bukit Pandang. (ww)

Rumah Milik Seorang Janda Asal Batangan di Amuk Si Jago Merah

Pati, Kabarpati.com – Hari ini Selasa (28/02) jam 08.30 Ngatemi (45) janda asal Ds.Jembangan Rt.02 Rw.01 Kecamatan Batangan Kabupaten Pati di kagetkan oleh teriakan tetangganya yang mambawa kabar bahwa rumah miliknya telah terbakar.

Kejadian bermula ketika Ngatemi (45) pagi pagi sekali sekitar pukul 04.00 pergi ke pasar juwana belanja buah-buahan untuk berjualan di Pasar Ds.Lengkong dekat rumahnya, belum juga slesai berjualan ngatemi di kagetkan oleh tetangganya yang membawa kabar bahwa rumah miliknya terbakar. Tanpa berpikir lama Ngatemi langsung saja bergegas meninggalkan pasar untuk pulang, dan benar saja se sampainya di rumahnya asap masih terlihat masih terlihat mengepul.

Menurut saksi mata Suroso (50) warga Ds.Jembangan Rt.02 Rw.01 mengatakan, kebakaran yang terjadi di rumah Ngatemi sekitar pukul 09.30 pagi tadi, api yang membakar rumah Ngatemi menjalar hingga ke atap rumah. namun karena kesigapan warga sekitar rumah Ngatemi api berhasil di padamkan sehingga tidak merambah ke rumah yang lain dan barang berharga milik ngatemi sebagian masih dapat di selamatkan.

Kuat dugaan obat nyamuk bakar yang masih menyala manyambar kasur lantai (Springbed) menjadi penyebab kebakaran, karena Letak kasur lantai yang berdekatan sengan almari maka api dengan cepat naik dan membakar atap rumah Ngatemi. Jauhnya jarak antara lokasi kejadian dan Dinas Pemadam Kebakaran menjadikan dua Damkar terlambat datang ke lokasi untuk memadamkan api.

Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian material yang di alami Ngatemi di tafsir sekitar 50 juta rupiah.

Ditandai Dengan Pemukulan Kentongan, Karya Bakti TNI Resmi Di Tutup

Pati, kabarpati.com – Bertempat di Desa Teteg Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati hari ini Kamis (30/3) telah di laksanakan upacara Panutupan Karya Bakti TNI , bertemakan Dengan Semangat dan Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Nenjaga Keutuhan Wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Melalui kegiatan Karya Bakti TNI seperti ini di harapkan mampu menjalin kerjasama antara kodim 0718 Pati dengan Pemkab Pati bersama instansi terkait dan masyarakat agar semakin sinergis di masa mendatang guna mewujudkan pembangunan. Di tandai dengan memukul kentongan Bupati Pati Haryanto,SH.MM.MSi di dampingi Dandim dan Kapolres Pati menunutup Kegiatan Karya Bakti TNI di Ds.Teteg. Kegiatan Karya Bakti TNI telah di laksanakan selama 16 hari dengan kegiatan pembagunan jalan Rabat Beton dengan total jumplah anggaran 380juta.

Dalam sambutanya Bupati Haryanto menyampaikan terimakasih kepada kodim 0718 Pati dan seluruh instansi terkait tentunya masyarakat Ds.Teteg yang telah bekerjasama dengan baik mewujudkan pembangunan Rabat Beton yang ada di desa ini.

Haryanto juga menambahkan “Karya Bakti TNI ini merupakan sumber inspirasi untuk menumbuhkan kepekaan prajurit dan masyarakat, komunikasi persuasif di harapkan mampu membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah pedesaan. kemudian interaksi yang terjadi dapat memotifasi masyarakat supaya semakin beraemangat. K legiatan TMMD juga di harapkan dapat memacu dan meningkatkan perekonomian serta mewujudkan kerjasam lintas sektoral yang terpadu dan berkesinambungan.

Kepala Desa Teteg Noor Hmim
melalui Sekdesnya Karsono kepada wartawan kabarpati.com menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kodim 0718 Pati karena telah sangat membantu selama 16 hari menyelesaikan pembangunan rabat beton sepanjang 1,4 Km senilai 380juta, kemudian Gorong Gorong dan Pembuatan Tugu Monumen Karya Bakti TNI. Semoga jalan yang sudah di buat dapat menjadi akses masyarakat Ds.Teteg menjadi lebih mudah dan cepat menuju Kecamatan Pucakwangi”, terangnga. (wik)

Jenazah Ibu Patmi Pembela Kendeng Lestari Tiba Di Rumah Duka

Pati, Kabarpati.com – Duka mendalam kali ini di alami oleh seluruh peserta aksi unjuk rasa Kendeng Lestari. Salah satu peserta aksi tiba tiba meninggal dunia ketika slesai melakukan aksi di depan Istana Negara Jakarta Pusat senin (22/3). Ibu Patmi (48) warga desa Larangan Rt-3/1 berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa dengan cara di Cor kakinya sebagai bentuk protes dan penolakan atas rencana dibangunnya Pabrik semen di wilayah Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati. Sebelum Ibu Patmi meninggal dunia, Cor yang berada di kedua kakinya sudah dilepas dan Penyebab kematianya karena terkena serangan jantung. Jenazah Patmi tiba di rumah duka di Ds.Larangan kecamatan Tambakromo selasa malam tanggal (21/3) pada pukul 20.20 WIB, dan sekitar pukul 22.00 jenazah Patmi di semayamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Gunretno ketua Jaringan masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dalam sambutannya mengatakan, “Ibu Patmi waktu akan berjuang ke Jakarta sudah ijin kepada keluarga dan suaminya Sdr.Abd Rozaq. Bahwa atas meninggalnya Sdri.Patmi dari pihak keluarga sudah ikhlas dan menerimakan. kemudian Gunretno juga meminta kepada masyarakat apabila ingin bertanya penyebab meninggalnya Ibu Patmi agar bertanya kepada saya pribadi karena Ia yang mengetahui persis kejadianya dan ikut berjuang bersama di Jakarta” jelasnya.

Tampak 10 karangan bunga berjajar di kediaman Ibu Patmi dalam ucapan belasungkawa yang berasal dari, berbagai pihak, termasuk karangan bunga yang bersal dari Kepala Staf Kepresidenan, Deputi V Kantor Staf Kepresidenan dan Komnasham. (wik)

Penyakit Wesh Menjadi Momok Bagi Petani Bawang Merah

Pati, kabarpati.com – Harga bawang merah yang makin stabil, menjadi salah satu alasan petani di Desa Ngurensiti yang pada umumnya petani Padi dan Tebu sekarang beralih menjadi petani Bawang Merah, alasan mereka beralih tak lain adalah hasil bertani Bawang merah di anggap lebih menguntungkan dan waktu tanam yang relatif singkat, yaitu dalam waktu dua bulan saja sudah bisa panen.

Menurut Kepala desa Ngurensiti Sunardi mengatakan kepada Kabarpati.com kamis(8/3), Cikal Bakal (asal mula) petani bawang merah di Ds.Ngurensiti antara tahun 1957, Seseorang pernah menanam Bawang Merah di desa ini dan berhasil, konon bibit yang di tanam berasal dari daerah lereng Gunung Muria atau lebih tepatnya berasal dari daerah Dawe Kabupaten Kudus. Singkat cerita, setelah bawang merah di anggap cocok dengan iklim di Ds.Ngurensiti maka warga desa sedikit demi sedikit mulai beralih jenis bertanamnya, yang semula petani tebu dan padi sekarang beralih menjadi petani Bawang Merah. Dari data yang ada di desa, jumplah keseluruhan lahan pertanian yang ada di Ds.Ngurensiti adalah 181 Ha, 130 Ha lahan telah di gunakan untuk menanam Bawang Merah kemudian 40 Ha di tanami Tebu dan sisanya 10 Ha di gunakan untuk menam Padi, Sawi, Kacang Panjang dll.

Masih menurut Sunardi, “Meskipun bertani Bawang Merah sangat menjanjikan namun ada kalanya bertani Bawang Merah juga mengalami masa sulit, seperti pada musim penghujan kali ini, faktor cuaca bisa sangat menentukan hasil panen, jumplah hujan yang cukup besar dan panas yang kurang menjadikan Bawang Merah rawan terhadap penyakit, seperti penyakit Wesh (Embun Bulu), bisa menjadi momok bagi petani Bawang Merah, jika tidak segera di lakukan penanganan yang serius bisa jadi dalam semalam saja tanaman Bawang Merah bisa rusak dan mengakibatkan gagal panen”. Lebih lanjut Sunardi menjelaskan bahwa “waktu yang baik untuk menanam Bawang Merah antara bulan Mei-Juli karena cuaca pada bulan itu pada umumnya cerah”. akan tetapi ketlatenan petani dalam merawat Bawang Merah adalah kunci suksesnya petani di Desa Ngurensiti berhasil dalam bertani Bawang Merah, tegasnya. (wik)

Replikasi Perpustakaan Diharapkan Mampu Menarik Minat Baca Warga

Pati, Kabarpati.com PT.Coca-Cola bekerjasama dengan Bilgit Foundasion melalui program CSR (Corporate Sosial Responbility) hari ini senin (6/3) bertempat di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pati menyalurkan bantuan berupa 12 Unit Computer guna menunjang Replikasi Perpustakaan Desa. Setelah melalui lomba tingkat desa maka di pilihlah empat desa yang mendapatkan bantuan Replikasi Perpustakaan Desa diantaranya, Ds.Bakaran Wetan, Ds.Mulyoharjo, Ds.Bremi Dan Ds.Pangkalan kecamatan Margoyoso, yang masing masing desa mendapatkan tiga Unit Computer untuk menunjang layanan internet desa.

Perwakilan dari PT.Coca-Cola dan Bilgit Foundation Ahmad Sokhib mengatakan “tujuan dari program CSR bantuan computer kali ini tak lain adalah untuk semakin meningkatkan minat baca pengunjung”. Semakin lengkap fasilitas perpustakaan yang ada di desa maka, akan semakin menarik minat baca bagi masyarakat”. Dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk membaca maka semakin tinggi pula minat masyarakat untuk mencari Informasi. Ahmad juga menambahkan, “perpustakaan desa di harapkan mampu menarik minat baca masyarakat”, dan sasaran kita adalah ibu ibu, pemuda dan warga masyarakat sekitar desa, jelasnya.

Bupati Pati Haryanto mengapresiasi CSR yang telah di berikan oleh PT.Coca-Cola dan Bilgit Foundation untuk membantu di sektor perpustakaan, Haryanto juga berharap supaya masyarakat Pati bisa melek huruf, terutama mengerti perkembangan perkembangan daerahnya diataranya Sejarah, Ilmu pengetahuan dan Informasi terbaru di daerah. Haryanto juga menambahkan “Kedepan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pati bisa menambah koleksi Buku bacaan”, Dengan koleksi buku buku terbaru maka diharapkan semakin menumbuhkan minat untuk pembaca.

Hal senada juga di katakan olehSubari Notobuwono Kepala Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana yang mendapatkan bantuan tiga Unit Computer dari CSR, Dia mengatakan “Perpustakaan desa menurutnya sangat bermanfaat karena dapat menambah penetahuan bagi warganya” dan Kami juga telah menyediakan tempat baca untuk siapa saja yang igin berkunjung ke perpustakaan Ds.Bakaran Wetan.

Selain pemberian 12 computer melalui program CSR juga dilakukan Sosialisasi Program Purpesru bagi Replikasi Perpustakaan Desa/TBM untuk para Pustakawan. (wik)

Paket Sembako Murah Diserbu Masyarakat

Pati, Kabarpati.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten pati sabtu (4/3) menggelar pasar murah, kali ini pasar murah di laksanakan di halaman pasar pragola buka sejak pukul 8 pagi.

Acara pasar murah kali ini dibuka oleh sekretaris kantor Disperindag kabupaten pati dan rencananya akan di gelar setia satu minggu sekali. Rekso Suhartono selaku Kabid Perdagangan kepada media kabarpati.com mengatakan, “Pasar murah yang digelar di Pasar Pragola masuk dalam rencana program kerja tahunan, di dalam bulan maret ini pasar murah akan diselenggarakan setiap satu minggu sekali tepatnya hari setiap hari sabtu”.

Rekso juga mengatakan “Rencana dalam tahun 2017 pasar murah akan di gelar pada bulan maret,juni,agustus dan oktober” Adapun jenis barang dagangan yang akan dijual berupa kebutuhan sembako diantaranya, Beras Raja Lel paket 5kg di jual dengan harga 30.000, kemudian minyak goreng 2 liter seharga 20.000, Gula pasir 1kg harga 10.000 dan Gas elpiji 3 Kg dengan harga 15.000 per tabung”. dengan adanya pasar murah yang digelar di Pasar Pragolo du harapkan masyarakat dapat memperoleh produk yang murah. terangnya.

Kabid perdagangan rekso Suhartono juga berpesan kepada masyarakat yang ingin menukar tabung gas 3kg sebanyak 2 buah akan diganti dengan tabung 5kg dan akan mendapatkan diskon 50%, tabung yang semula seharga 350rb masyarakat hanya perlu dengan membayar 87 ribu rupiah saja, ucapnya.

Dalam pembukaan Pasar Murah di Pasar Pragola Antusias masyarakat sangat terlihat, mereka datang berbondong bondong untuk membeli sembako dengan harga murah dan jauh dari harga pasar. (heru)

Pasar Senin Pahing Tawarkan Nuansa Flasback Pengunjung Ke Zaman Dahulu

Pati, kabarpati.com – Di zaman yang semakin maju seperti ini tak banyak pasar tradisional yang masih bertahan dengan jenis barang daganganya. Namun pasar tradisional yang satu ini masih setia dan selalu menjaga nuansa tempo dulu. Yaa.. Pasar Tradisional Senin Pahing yang terletak di sebelah utara Ds.Gerit Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati dari dulu hingga sekarang masih menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitar, bahkan gaungnya terdengar hingga sampai keluar Kabupaten Pati. Biasanya masyarakat sekitar selalu berkunjung di setiap 36 hari dalam penaggalan Jawa, atau hari minggu seperti sore ini (12/3) yang bertepatan dengan malem Senin Pahing dalam penaggalan pada bulan jawa.

Pasar Senin Pahing merupakan pasar tradisional dimana pedagang lokal desa setempat menawarkan bermacam macam jajanan (panganan) dan kue khas pada zaman dulu yang keberadaanya sudah jarang kita temukan di perkotaan.

Seperti Wiwid (38) salah satu pengunjung yang berasal dari desa Luwang Kecamatan Tayu yang sempat kami wawancarai ketika berkunjung di Pasar Senin Pahing. Kepada wartawan kabarpati.com dia mengaku merasa kangen dengan cita rasa kue Kucur dan Dawet jawa. “Saya sering datang ke Pasar sini mas (Pasar Senin Pahing), kalau merasa kangen dengan panganan dan suasana Jadul (jaman dulu) saya selalu datang ke Pasar Senin Pahing hanya untuk berjalan jalan dengan anak dan istri bahkan hanya sekedar membeli oleh oleh Kue Kucur dan Dawet Jawa” jelasnya.

Selain Kue Kucur dan Dawet Jawa masih banyak jajanan kue yang perlu anda coba di Pasar Ini tentunya kue tradisional, seperti Lerut, Tape Ketela, Gembili, Klepon, Gethuk hingga Puthu Ayu. Pasar Senin Pahing Ds.Gerit memang bisa di jadikan refrensi bagi masyarakat perkotaan untuk kembali mengingat kuliner dan suasana pasar tempo dulu. Selain berlokasi di pedesaan, nuansa pasar pada zaman dahulu masih sangat terasa kental, ketika anda mulai masuk ke dalam Pasar Senin Pahing.

Anda tertarik dengan Nuansa Pasar dan Kue Khas Zaman dulu, silahkan berkunjung ke Pasar Senin Pahing yang terletak di Ds.Gerit Kecamatan Cluwak atau tepatnya terletak di sebelah utara Kabupaten Pati. (wik)

 

Kartu Tani Diharapkan Mampu Mempermudah Transaksi Pupuk Untuk Petani

Pati, kabarpati.com – Kantor BRI (Bank Rakyat Indonesia) wilayah Jawa Tengah dan BRI Cabang Kabupaten Pati bekerjasama bersama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati hari ini Kamis (2/3) melakukan kegiatan Implementasi Penggunaan Kartu Tani Untuk Penebusan Pupuk Bersubsidi Menggunakan EDC BRI. Implementasi (Uji Coba) penggunaan Kartu Tani kali ini melibatkan langsung oleh pemengang Kartu Tani di wilayah Ds.Ngawen Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, petani setempat di berikan penjelasan tentang Apa yang di maksud dengan Kartu Tani dan kegunaanya.

Efendi Hidayat yang mewakili BRI Wilayah Semarang Jawa Tengah menyampaikan beberapa hal yang perlu di ketahui petani pemegang Kartu Tani. Menurutnya Pemilik Kartu Tani (petani) sangat di untungkan dengan adanya Kartu Tani, Dengan adanya Kartu Tani maka di harapkan bisa mempermudah petani untuk membayar pupuk dengan harga yang sesuai, kemudian kita bisa mengedukasi petani supaya bisa menggunakan Cash Less Sosiate, petani tidak perlu membawa uang jika mau belaja pupuk, kartu ini bisa di gunakan juga untuk menabung dan mengambil uang. Efendi juga berharap bahwa Kartu Tani yang menjadi program dari Gubernur Jawa Tengah bisa membantu petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi, jelasnya.

Mohtar Efendi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupeten Pati menyambut baik Implementasi (Uji Coba) kartu tani yang telah dilakukan di Kabupaten Pati, Menurut Efendi Kartu Tani sangat baik untuk para Petani dan pemerintah, selain petani di mudahkam dalam transaksi pembelian pupuk bersubsidi, pemerintah juga bisa mengontrol penggunaan pupuk dan luasan lahan yang di miliki oleh petani yang ada di Kabupaten Pati.

Menurut Data yang kami miliki, prosentase jumplah petani yang sudah mempunyai Kartu Tani di Kabupaten Pati sudah mencapai 77,2%, dan sisanya sekitar 16ribu petani segera kami lakukaan pendataan lewat PPL untuk segera memiliki Kartu Tani, jelasnya. (wik)