PT.PNM Pati Diduga Telah Melanggar Dan Menistakan Agama

Pati, Kabarpati.com -Organisasi Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (GEMPA), hari ini rabu (24/05) dengan membawa sekitar 20 anggotanya yang berasal dari beberapa DPC di Jawa Tengah mendatangi Kantor PNM PT.Permodalan Nasional Madani Pati yang berada di Jln.Dr.Susanto No.104 Pati. Kedatangan Gempa di kantor PNM bertujuan menyampaikan Aspirasinya terkait Dugaan Penistaan, Penipuan Berkedok Lembaga Pembiayaan dan Pemberdayaan Untuk Usaha Mikro Kecil.

Ketua DPW Jateng Mustaqim dalam orasinya di depan kantor PT.PNM mengatakan “Ada nasabah dari PT.PNM yang merasa ditipu dan PT.PNM dikatakan telah kepada nasabah”, tak hanya itu PT.PNM yang bergerak di bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Untuk Usaha Mikro Kecil di kabupaten Pati juga dituding telah melanggar kode etik dalam lelang aset nasabah”.

Seperti contoh yang di langgar oleh PT. PNM adalah, “ketika ada lelang, pemilik aset yang akan di lelangkan tidak dihadirkan dalam sidang lelang, ketika pihak yang di beri kuasa pemilik aset meminta risalah lelang PT.PNM tidak dapat menunjukkan, sampai kwitansi ketika transfer via online struknya pun tidak dapat di tunjukkan oleh PT.PNM, tak cukup sampai disitu PT.PNM juga di tuding Ormas GERAM telah melanggar nilai limit dalam Lelang Aset. “Coba anda bayangkan ketika aset rumah tanah yang di tempati ketika di lelang hanya terjual 126 juta, namun ketika kita memanggil pihak ketiga untuk pembanding harga, dan ketika aset di jual bisa mencapai 1miliyar dan minimal 500juta (itu sangat minim).!! tapi ini aset yang di lelang oleh pihak PT.PNM hanya terjual sebesar 126juta, dan setalah di lelang di bayarkan untuk menutup hutang nasabah sebesar 71juta rupiah saja”, jadi ini ada pasal pasal yang mereka langgar. kalau masalah ini sampai tidak diperhatikan maka kami akan mengerahkan massa dari Jateng dan Jabar untuk turun di pati, kemudian langkah kita akan menggugat ke pengadilan supaya masyarakat tau”, Agama ini tidak boleh di nistakan termasuk PT.PNM aset apapun atau siapapun tidak boleh di lakukan semena mena”, tegas mustakim.

Atas kejadian tersebut Ormas Geram juga menuntut supaya pemerintah daerah mengusir PT PNM dari bumi pati.

Dispermasdes Pati Akan Berusaha Selamatkan Dana Desa Sebelum Terlambat

Pati, Kabarpati.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Dr.Mukhtar meminta kepada seluruh elemen masyarakat melaporkan penyelewengan dana desa yang ada di masing masing wilayah desanya. “Terkait penggunaan dana desa kita harus mendorong masyarakat untuk membantu mengawasi, karena masyarakatlah yang benar-benar ada di lokasi. Masyarakatlah yang tahu dana desa digunakan untuk apa. Jadi, ketika masyarakat mengetahui adanya penyimpangan itu, silahkan informasikan kepada kami,” ketika ada laporan yang masuk ke kami maka kami kan tindak lanjuti dengan cara mencocokkan kondisi Faktual di lapangan dengan RAB yang di susun oleh desa”. Intinya jika ada temuan maka kami akan berusaha menyelamatkan Dana Desa sebelum terlambat”, katanya.

Tak hanya sampai diaitu, Muhthar juga mengatakan “Setiap laporan akan kami tindak lanjuti, agar kita dapat munculkan pencegahan kepada pejabat-pejabat desa lainnya untuk tidak melakukan penyimpangan terhadap pemanfaatan dana desa”, Yang paling penting adalah pengawasan masyarakat dan pengawasan media. Dengan semakin banyak keterlibatan masyarakat, pejabat desa nantinya akan berfikir untuk melakukan tindakan penyalahgunaan dana desa,” katanya”, jelas Muhthar ketika di temui di ruang kerjanya sabtu (20/05).

Bantuan dana desa untuk 401 desa di Kabupaten Pati yang bersumber dari APBN nilainya mencapai lebih dari Rp. 500 milyar rupiah, dengan nilai yang sebesar itu peran masyarakat, lembaga pengawasan, media dan pemerintahan dalam pengawasan sangat menentukan tingkat keberhasilan dalam mengawal dana desa.

Ditandai Dengan Pemukulan Gong, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati Sudarlan Resmian Kampung KB Ds.Dumpil

Pati, Kabarpati.com – Kedatangan Tim Pencanagan Pembentukan Kampung KB di Ds.Dumpil Kecamatan Dukuhseti Kab Pati Kamis (18/05) Disambut dengan Tarian Pesta Panen Padi yang di bawakan oleh Aprilia Putri Kusherawati. Pencanagan Pembentukan kampung KB merupakan program Usaha peningkatan Pendapatan keluarga Keluarga Sejahtera (UPPKS), dan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), untuk mewujudkan Masyarakat Yang Sejahteta Dan Mandiri.

Kepala Desa Dumpil Fajar Hariyadi menyampaikan bahwa “Ds.Dumpil memiliki luas wilayah 238,7 Ha, dengan 428 Kepala Keluarga, trmksh kepada Dinas Sosial sehingga Ds.Dumpil menjadi Desa pencanangan Kampung KB”, Ds.Dumpil memiliki Tiga titik pantauan diantaranya BKB (Bina keluarga balita), kemudian BKL (Bina Keluarga Lansia) dan BKR (Bina Keluarga Remaja) dan semua kegiatan tersebut di biayai oleh APBN.

Lebih lanjut Kepala desa menjelaskan “masyarakat di Ds.Dumpil untuk pasangan yang produktif rata rata memiliki anak tidak lebih dari dua, kalau di prosentasekan maka setiap pasangan di Ds. Dumpil memiliki anak kurang dari Dua, atau dengan prosentase sekitar 1,6”, Dia juga berharap dengan program Kampung KB di desa Dumpil Dapat menekan jumplah penduduk, pungkasnya.

Sudarlan dalam sambutanya menyampaikan bahwa Lounching Kampung KB pertama di Kabupaten Pati Di awali di Ds.Pohijo Kecamatan Margoyoso, kemudian menindak lanjuti program Nasional KB di 1 desa di setiap Kecamatan dari 21 kecamatan yang ada di Kab Pati, laju pertumbuhan manusia terlalu cepat maka di harapkan di semua desadi kabupaten Pati ada program seperti ini yaitu kampung KB, karena penduduk indonesia hingga tahun ini sudah mencapai 250juta. Dengan jumplah penduduk yg berkembang begitu pesat maka akan menimbulkan dampak kehidupan dan kerawananan sosial, laju pertumbuhan penduduk di Kab Pati masih bisa dikatakan masuk dalam tahap normal, namun pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi laju pertumbuhan di wilayahnya, untuk menjaga kesejahteraan di wilayahnya. Sudarlan juga berharap, setelah kampung KB diresmikan maka program yang sudah di siapkan harus bisa berjalan dengan harapan untuk menuju kesejahteraan, jelasnya.

Dengan di resmikanya Kampung KB di Ds.Dumpil sebagai Salah satu kampung percontohan yang berkaitan dengan keluarga berencana, ternyata masyarakat sangat antusias, terbukti dengan pencanangan Kampung KB, Hari ini sebanyak 17 Aseptor Implan dan 5 Aseptor Ayudi hari ini di pasangkan kepada ibu ibu. (wik)

Tiga Ipal Komunal Di Harapkan Mampu Mengurangi Dampak Limbah Tepung Tapioka

Pati, Kabarpati.com – Kabupaten Pati memang di sebut sebut sebagai salah satu kabupaten dengan produksi tepung tapioka terbesar di Jawa Tengah, namun dalam perjalananya, dampak limbah akibat produksi tepung tapioka di wilayah kecamatan Margoyoso juga membawa permasalahan serius tersendiri untuk wilayah sekitar, pembuangan limbah besar besaran dari hasil produksi Tepung Tapioka rata rata masuk ke sungai sungai di sekitar lokasi pabrik, sehingga tidak dapat terkontrol dan dampak penyebaranya di rasakan hingga pesisir pantai dan mambawa dampak negatif dari sektor perikanan.

Hal tersebut di benarkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Purwadi, ketika di temui wartawan kabarpati.com Rabu (10/05/2017) di ruang kerjanya mengatakan, “Untuk meminimalisir penyebaran limbah Tepung Tapioka di wilayah Kecamatan Margoyoso hingga pesisir pantai kami telah melakukan upaya dengan Program Pencegahan dan Pencemaran yang artinya dampak dari Limbah tapioka tidak mencemari lingkungan sekitar, dan berdasarkan pengamatan visual, kita memang perlu membangun 3titik Ipal Komunal, dimana 3titik Ipal Komunal tersebut dapat menampung dan mengolah limbah yang berasal dari produksen, setelah di olah maka air limbah yang di buang merupakan air layak hidup untuk tanaman maupun hewan dan pastinya tidak bau”, Untuk mewujudkan itu kami telah mendapatkan support Alokasi dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Dan APBD Propinsi untuk membangun Kontruksi Ipal Komunal”.

Purwadi juga mengungkapkan “Akan tetapi kami masih mengalami kendala yaitu terhadap ketersediaan lahan, dimana nantinya untuk lokasi kontruksi Ipal Komunal di harapkan ada Hibah tanah atau pinjaman atau sewa dari kelompok masyarakat sehingga kami bisa membuat Ipal Komunal di sana, karena ini sifatnya komunal,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut DLH mengaku telah melakukan kajian, kemudian koordinasi dengan camat setempat, kemudian mencari titik titik dimana kita dapat mendirikan ipal komunal sehingga limbah dari hasil pengolahan Tepung Tapioka dapat tersentral sehingga limbahnya dapat dikendalikan. (wik)

Jaga Kemampuan Prajurit, Kodim 0718 Pati Tes Kesemaptaan Jasmani

Pati, kabarpati.com – Sebanyak 261 pasukan TNI Kodim 0718 Pati hari ini Senin (08/05/2017) melaksanakan latihan Garjas (Kesegaran Jasmani) dan Tes Kesemaptaan Jasmani, Garjas kali ini di laksanakan di Stadion Joyo Kusumo Pati, di ikuti oleh seluruh Jawatan di Wilayah Kodim 0718 Pati. Garjas dan Tes Kesemaptaan Jasmani ini juga merupakan latihan guna meningkatkan stamina prajurit TNI di wilayah Kodim Kabupaten Pati.

Sebelum mengikuti Garjas dan Tes Kesemaptaan Jasmani seluruh peserta di wajibkan melakukan pengecekan kesehatan ringan seperti tensi tekanan darah. Bagi para personel Kodim yang kondisi Kesehatan nya kurang sehat, atau ada catatan Kesehatan dari Dokter dan apabila daat beresiko dan membahayakan untuk diri sendiri di himbau agar jangan memaksakan diri.

Pasiops Kodim 0718 Pati Kpt.Inf.Suyani mengatakan “Tes Kesamaptaan ini sebagai bentuk menjaga kesehatan masing2, semoga dengan Garjas kali ini penyakit yang ada dalam tubuh kita dapat hilang dan pasukan TNI selalu hebat dan berjiwa kuat”, Saya juga menyampaikan Pesan Dari Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah, agar dalam pelaksanaan Garjas nanti mengedepankan Faktor Keamanan, Dan Kesehatan supaya tidak terjadi hal2 yang buruk dalam pelaksanaanya nanti”, pungkasnya.

Materi yang akan dilaksanakan antara lain,Tes kesegaran yaitu lari dengan jarak 3.200 meter, kemudian Pull up, Sit up, Pus up, shutlle run, serta ketangkasan renang militer dengan jarak 50 meter dengan menggunakan gaya dada. (wik)

Haryanto Tekankan Penggunaan Dana Desa Sesuai Skala Prioritas, Bukan Atas Kemauan Pribadi

Pati, Kabarpati.com – Hari ini sebanyak desa 205 dari 401desa se kabupaten Pati telah menerima Rekomendasi Dana Desa danmenerima Lampiran Berkas Permohonan Pencairan Dana Desa (DD) tahap pertama di tahun 2017. Bupati Haryanto hari ini sabtu (6/5/2017) di Pendopo Kabupaten Pati secara simbolis menyerahkan Lampiran Berkas Permohonan Kepada Kepala desa.

Bupati Haryanto Dalam Ssambutanya mengatakan, “Dana yang akan di kelola desa sangat besar maka dalam rangka pengamanan penggunaan keuangan dapat di laksanakan seauai dengan program yang di usulkan, agar tidak terjadi tumpang tindih antara Dana Desa dengan alokasi dana yang lain”, Haryanto juga menekankan supaya tidak terjadi persoalan di lapangan, saya juga tidak mau ada laporan dari 401 desa se kabupaten Pati yang bermasalah terhadap dana desa. Haryanto juga berpesan, “misalkan ada permasalahan di desa sesegera mungkin koordinasi dengan pihak terkait,jadi jangan malu malu agar permasalahan di desa bisa tetslesaikan”, jelasnya.

Jumplah alokasi dana desa keseluruhan untuk kabupaten pati tahun 2017 adalah sebesar 552.693.960.000, Anggaran dana desa yang bersumber dari APBN tersebut di harapkan penggunaanya sesuai dengan skala prioritas keperluan desa, mengedepankan musyawarah dan mufakat (rembuk desa), supaya penggunaan dana desa sesuai harapan masyarakat dan bukan atas kepentingan pribadi. (wik)

Kapolri Dapat Karangan Bunga Dari Orang Juwana Pati

Pati, Kabarpati.com – Sebuah karangan bunga yang berisikan tulisan ucapan Terimakasih telah Menjaga Kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pagi ini jumat (5/5/2017) tampak berada di Pintu Masuk Mapolsek Juwana Kabupaten Pati. Karangan bunga tersebut berasal dari warga masyarakat sekitar Juwana dan pengirimnya tidak mau di ungkapkan identitasnya.

Karangan Bungayang berisikan “Yth. Pak Tito & Seluruh Jajaran Polri”, “Terimakasih Telah Turut Menjaga Kesatuan NKRI, Pancasila, UUD-45, Bhineka Tunggal Ika”.

Kapolres Pati Akbp Maulana Hamdan, SIK melalui Kapolsek Juwana Pati Akp Sumarni, SH, menyebutkan “Karangan bunga tersebut sebagai bentuk dukungan dari masyarakat terhadap kinerja Polri dan sebagai support kepada pemerintah TNI dan Polri”. “Kami berterimakasih pada yang memberikan karangan bunga, sebagai support, Sebenarnya di situ dapat di simpulkan bahwa masyarakat kita membutuhkan ketenangan dan ketentraman, Harmonis merawat kebhinekaan dan menjaga Persatuan & kesatuan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sumarni juga menghimbau supaya “masyarakat dapat menjaga kedamaian, untuk menciptakan kondisi aman dan kondusif dengan menghargai perbedaan”. Sebenarnya di situ (maknanya), lanjut Akp Sumarni, SH Kapolsek Juwana.

Tim Penilai Lomba Binter Mabes TNI Kunjungi Musium Gedung Juang 45 Pati

Pati, Kabarpati.com – Hari ini rabu (3/5/2017) Kodim 0718 Pati kedatangan tamu Kolonel Inf Sugiono yang merupakan tim penilai lomba Binter tingkat utama Mabes TNI AD. Tim penilai DPP kali ini mengunjungi Musium Gedung Juang 45 Pati untuk melihat kegiatan komunitas bonsai, mobil antik dan PAJ. Kali ini tim di sambut dengan tarian tradisional jaringan dari Ormas FKPPI, dalam kunjunganya Kolonel Sugiyono menerima cindera mata dari budayawan Pati berupa Keris dan Blangkon.

Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah, S.Sos dalam sambutanya mengucapkan Selamat datang kepada tim penilai lomba Binter Mabes TNI di Gedung Juang 45 Pati, Gedung Juang 45 ini baru saja di resmikan oleh Bupati Pati dan tujuanya untuk meningkatkan geliat Ekonomi, Seni dan Kreatif di Kabupaten Pati, Kami juga berharap agar dalam penilaian lomba binter ini kita bisa menjadi yang terbaik”, tegasnya.

Kolonel Sugiono yang merupakan Ketua Tim Binter Mabes TNI, “Saya menyambut baik apa yg telah di lakukan oleh Dandim dan Pemda Pati yang sangat antusias dan telah mendukung dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 0718 Pati”. Terima kasih juga atas cindera mata yang diberikan kepada kami berupa keris dan bangkon, pungkasnya.

Dalam kunjungan kali ini juga di lakukan penyerahan Hadiah, dari hasil lomba tari tingkat SMU dengan juara pertama SMK 1 Pati, kemudian Juara II SMA 3 Pati, dan
Juara III dari SMA PGRI 1 Pati.

Rombongan TMMD Di Sambut Pagar Betis Siswa Membawa Bendera Merah putih

Pati, Kabarpati.com – Rombongan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang sedang melintas menuju Ds.Sumur Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati pagi ini di sambut meriah. Tak hanya warga Ds.Sumur yang menyambut rombongan yabg akan datang ke desa mereka namun di beberapa jalan tempat yang di lewati rombongan TMMD menuju Ds.Sumur juga nampak titik titik pagar betis Anak anak sekolah yang sengaja menunggu rombongan Bupati dan TNI dengan membawa bendera merah putih.

Terlihat di salah satu titik di jalan poros Ds.Ngablak menuju Ds.Karangsari dan Ds.Sumur tampak pagar betis siswa SD.Karangsari 01, menyambut kedatangan Bupati di wilayah tersebut.

Seperti yang di katakan Ulin salah satu murid SD.Karangsari 01 kelas 4 mengatakan kepada wartawan Kabarpati.com, “Saya sudah sejak pukul 08.30 menunggu rombongan dan ingin melihat langsung rombongan Bupati Haryanto sedang melintas”, terangnya.

Tak hanya slesai di situ rombongan TMMD yang menuju Ds.Sumur untuk menutup kegiatan TMMD tahun 2017 juga di sambut meriah oleh warga setempat.

Olimpiade PMR Ajak Tumbuhkan Jiwa Relawan Anak dan Remaja

  • Pati, Kabarpati.com Untuk memunculkan bibit-bibit jiwa relawan muda hari ini rabu (21/12) bertempat di SMPN-1 Wedarijaksa, PMI (palang merah indonesia) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Lomba Olimpiade PMR (palang merah remaja), Lomba Olimpiade yang PMR kali ini di ikuti oleh 417 peserta dan di bagi menjadi tiga kategori yaitu PMR Mula untuk SD dan MI dengan jumplah peserta 120 dan 20 pendaming, kemudian PMR Madya untuk Setingkat SMP sebanyak 138 peserta dan 27 pendamping, dan PMR Wira untuk kategori tingkat SMA sebanyak 96 peserta dan 16 pendamping.

Lomba Olimpiade dilaksanakan sehari dan pagi tadi di buka oleh Dr.Mariyani selaku Wakil ketua PMI Kabupaten Pati. Bambang Santosa selaku ketua panitia pelaksana Lomba Olimpiade PMR PMI Kabupaten Pati kepada wartawan Kabarpati.com mengatakan, lomba ini di maksudkan untuk memunculkan bibit bibit relawan muda yang peduli dan tanggap ketika ada kejadian di masyarakat. Dalam Lomba PMR kali ini peserta juga di berikan jenis soal untuk penanganan berbagai kejadian,
teori dan juga praktek diantaranya Lomba PP (pertolongan pertama) dan PK (Perawatan Kedaruratan), yang meliputi setandart pertolongan pertama pada kejadian tertentu. Bambangvjuga mengatakan, untuk juara Lomba Olimpiade PMR tingkat kabupaten yang hari ini kami laksanakan, akan dijadikan tim Kabupaten Pati untuk mengikuti Juara (jumpa bakti dan juara) tingkat Propinsi Jateng yang rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Pati pada tahun 2017 nanti, “kemudian yang terpenting dalam Olimpiade PMR ini adalah kita bisa mengenalkan dan menumbuhkan jiwa relawan kepada sesama”. Sedangkan untuk penilaian yuri berasal dari PMI Propinsi Jawa Tengah dengan maksud supaya pola dan sistem penilaian dapat terlaksana secara Obyektif, terangnya. (wik)